Tampilkan postingan dengan label instrumentasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label instrumentasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Februari 2009

Remote Monitoring Dengan SMS

Untuk membuat sistem monitoring dengan SMS diperlukan beberapa komponen antara lain :

  • Proses atau obyek yang dimonitor

  • Sensor yang mengukur besaran yang dimonitor

  • Pengolah data dari sensor

  • Perangkat komunikasi untuk mengirim atau menerima SMS

Saya telah memasang suatu sistem monitoring yang berada di tempat yang terpisah dari pusat (remote area). Sistem tersebut adalah memonitor isi tangki yang dapat diakses melalui SMS baik dengan handphone atau modem di pusat. Memang saat ini dengan berkembangnya teknologi komunikasi yang semakin canggih, banyak alternatif untuk menerapkan sistem monitoring real time di remote area. Tetapi infrastruktur pendukung harus tersedia dan menjadikan mahal atau tidak ekonomis.

Adapun sistem yang saya pasang hanya membutuhkan beberapa perangkat dan saya rasa cocok dengan kebutuhan real time data di lapangan. Dan yang penting lagi adalah biaya operasional dan peralatan yang cukup murah.

Konfigurasi sistem monitoring tersebut digambarkan sbb:

Isi tangki diukur dengan sensor yang dikirim ke pengumpul signal dalam hal ini saya menggunakan produk dari Advantech (ADAM-6017). Saya memilih ADAM-6017 karena modul ini mempunyai fasilitas antara lain 8 channel Analog Input, 2 Digital Output, Modbus/TCP. Dengan spesifikasi tersebut menjadi sangat mudah dan cocok untuk digunakan keperluan monitoring. Dengan protokol Modbus/TCP, data diambil komputer untuk diproses. Data yang sudah diproses bisa ditampilkan di komputer tersebut atau dikirim melalui modem GSM dalam bentuk SMS jika diminta.

Dengan sistem ini, jika kita membutuhkan data yang diinginkan cukup meminta dengan SMS ke nomor dimana sistem berada dan hanya dalam hitungan detik data terkini bisa diketahui. Tentunya di dalam program dipasang batasan-batasan untuk menjamin keamanan supaya tidak bisa diakses oleh orang yang tidak berkepentingan. Jika data akan diproses lebih lanjut oleh sistem di pusat, maka data bisa dikirim secara periodik pada waktu-waktu tertentu. Akan tetapi jika data digunakan secara online 24 jam, maka sistem SMS ini tidak cocok dan bisa menggunakan cara lain seperti komunikasi secara GPRS.

Jadi pada dasarnya remote monitoring dengan SMS adalah salah satu penerapan teknologi GSM atau GPRS yang diintegrasikan dengan teknologi instrumentasi dan kontrol.

Minggu, 25 Januari 2009

My Introduction to Process Control and Automation

Kini rasanya sudah waktunya untuk berbagi pengalaman mengenai teknologi kontrol. Di blog ini, saya ingin menuangkan pengalaman yang berkenaan dengan teknologi kontrol dimana saya telah berkecimpung dibidang ini selama kurang lebih 10 tahun. Pada periode itu saya terlibat langsung dalam merancang, menginstal, mengimplementasikan teknologi kontrol baik secara hardware maupun software untuk suatu pabrik kimia (Chemical Manufacturing Plant).

Sampai saat ini saya telah mencoba, memasang dan menggunakan peralatan kontrol seperti DCS, PLC, SBC, sensor, aktuator dan software dari berbagai vendor antara lain Honeywell, Omron, Moeller, Advantech, Endress+Hauser, Yokogawa, Plantscape, Daqfactory dll. Disamping itu juga membuat program yang spesifik sesuai dengan kebutuhan di lapangan .

Berbekal pengalaman dan know-how yang saya miliki, saya mengajak para pembaca yang tertarik atau punya ekspertise di bidang ini untuk saling berbagi pengalaman dan tukar informasi karena saya yakin banyak ide atau opini yang lebih baik. Dengan berbagi informasi ini tentunya bisa membuat kita lebih baik dalam penguasaan teknologi kontrol.

Berbagai hal tentang teknologi kontrol antara lain kontrol proses, infrastruktur kontrol (controller, instrumentation dan lain-lain), perangkat lunak (software) dan perkembangannya menjadi fokus perhatian dalam blog ini. Untuk kontrol proses akan dikhususkan pada industri proses yang meliputi landasan teori, analisis dan penerapannya di lapangan. Untuk infrastruktur akan dibicarakan mengenai hardwarenya seperti kontroler (DCS, PLC, PAC, SBC, DDC), instrumentasi dan komunikasi. Sedangkan untuk software akan dibicarakan mengenai pemrograman, visualisasi, SCADA, protokol komunikasi (Fieldbus, Profibus, Modbus, OPC dll.). Kemudian bagaimana mengintegrasikan berbagai komponen pendukung tersebut menjadi suatu sistem kontrol yang menjalankan proses sesuai dengan apa yang dikehendaki.